|
NO.
|
PERMENDAGRI 79 TAHUN 2018 & 61
TAHUN 2017
|
PASAL
|
|
1
|
PENGERTIAN
|
|
|
Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah
sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibilitas dalam
pola pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan
daerah pada umumnya
|
PMD
79/2018
1
angka 1
|
|
|
Badan
Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah Satuan Kerja
Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di
lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa
mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan
pada prinsip efisiensi dan produktivitas.
|
PMD
61/2007
1
angka 1
|
|
|
2
|
FLEKSIBILITAS
|
|
|
Fleksibilitas adalah keleluasaan dalam pola pengelolaan keuangan
dengan menerapkan praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan layanan kepada
masyarakat tanpa mencari keuntungan dalam rangka memajukan kesejahteraan umum
dan mencerdaskan kehidupan bangsa
|
PMD
79/2018
1
angka 2
|
|
|
Fleksibilitas
adalah keleluasaan pengelolaan keuangan/barang BLUD pada batas-batas tertentu
yang dapat dikecualikan dari ketentuan yang berlaku umum
|
PMD
61/2007
1
angka 3
|
|
|
3
|
Praktek Bisnis Yang Sehat
|
|
|
Praktek Bisnis Yang Sehat adalah penyelenggaraan fungsi
organisasi berdasarkan kaidah-kaidah manajemen yang baik dalam rangka
pemberian layanan yang bermutu, berkesinambungan dan berdaya saing
|
PMD
79/2018
1
angka 3
|
|
|
Praktek
bisnis yang sehat adalah penyelenggaraan fungsi organisasi berdasarkan
kaidah-kaidah manajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu
dan berkesinambungan
|
PMD
61/2007
1
angka 21
|
|
|
4
|
Pemimpin
BLUD
|
|
|
Pemimpin bertindak selaku kuasa pengguna anggaran/kuasa pengguna
barang
|
PMD
79/2018
Pasal
9 (1)
|
|
|
Pemimpin
BLUD-SKPD merupakan pejabat pengguna anggaran/barang daerah
|
PMD
61/2007
Pasal
41 (1)
|
|
|
5
|
Pendapatan BLUD
|
|
|
Pendapatan BLUD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf a
sampai dengan huruf e dikelola langsung untuk membiayai pengeluaran BLUD
sesuai RBA, kecuali yang berasal dari hibah terikat
|
PMD
79/2018
Pasal
54 (1)
|
|
|
Seluruh
pendapatan BLUD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 kecuali yang berasal dari
hibah terikat, dapat dikelola langsung untuk membiayai pengeluaran
BLUD sesuai RBA
|
PMD
61/2007
Pasal
62 (1)
|
|
|
6
|
Pengadaan Barang/Jasa
|
|
|
Pengadaan barang dan/atau jasa pada BLUD yang bersumber dari
APBD dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai
pengadaan barang/jasa pemerintah
|
PMD
79/2018
Pasal
76 (1)
|
|
|
Pengadaan
barang dan/atau jasa pada BLUD dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang
berlaku bagi pengadaan barang/jasa pemerintah.
|
PMD
61/2007
Pasal
99 (1)
|
|
|
Pengadaan barang dan/atau jasa pada BLUD yang bersumber dari: a.
jasa layanan; b. hibah tidak terikat; c. hasil kerja sama dengan pihak lain;
dan d. lain-lain pendapatan BLUD yang sah, diberikan Fleksibilitas berupa
pembebasan sebagian atau seluruhnya dari ketentuan peraturan
perundangundangan mengenai pengadaan barang dan/atau jasa pemerintah
|
PMD
79/2018
Pasal
76 (2)
|
|
|
BLUD
dengan status penuh dapat diberikan fleksibilitas berupa pembebasan
sebagianvatau seluruhnya dari ketentuan yang berlaku umum bagi pengadaan
barang dan/atauvjasa pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (1),
apabila terdapat alasan efektivitas dan/atau efisiensi.
(2)
Fleksibilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan terhadap
pengadaanvbarang dan/atau jasa yang sumber dananya berasal dari:
a.
jasa layanan;
b.
hibah tidak terikat;
c.
hasil kerja sama dengan pihak lain; dan
d.
lain-lain pendapatan BLUD yang sah
|
PMD
61/2007
Pasal
100 (1-2)
|
|
|
Ketentuan lebih lanjut mengenai pengadaan barang dan/atau jasa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (2) diatur dengan Peraturan Kepala
Daerah
|
PMD
79/2018
Pasal
77 (1)
|
|
|
Pengadaan
barang dan/atau jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2),
berdasarkan ketentuan pengadaan barang dan/atau jasa yang ditetapkan oleh
pemimpin BLUD dan disetujui kepala daerah
|
PMD
61/2007
Pasal
101 (1)
|
|
|
(1) Pengadaan barang dan/atau jasa sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 76 ayat (2) dilakukan oleh pelaksana pengadaan.
(2) Pelaksana pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan oleh panitia atau unit yang dibentuk oleh pemimpin untuk
melaksanakan pengadaan barang dan/atau jasa BLUD.
(3) Pelaksana pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
terdiri atas personil yang memahami tata cara pengadaan, substansi
pekerjaan/kegiatan yang bersangkutan dan bidang lain yang diperlukan
|
PMD
79/2018
Pasal
79
|
|
|
(1)
Pengadaan barang dan/atau jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2),
dilakukan oleh pelaksana pengadaan.
(2)
Pelaksana pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat berbentuk tim,
panitia atau unit yang dibentuk oleh pemimpin BLUD yang ditugaskan secara
khusus untuk melaksanakan pengadaan barang dan/atau jasa guna keperluan BLUD.
(3)
Pelaksana pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), terdiri dari personil
yang memahami tatacara pengadaan, substansi pekerjaan/kegiatan yang bersangkutan
dan bidang lain yang diperlukan.
|
PMD
61/2007
Pasal
103
|
|
|
7
|
Tidak
diatur
|
PMD
79/2018
|
|
Pengadaan
barang dan/atau jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (1),
diselenggarakan berdasarkan jenjang nilai yang diatur dalam peraturan kepala
daerah.
|
PMD
61/2007
Pasal
105
|
Rabu, 17 April 2019
ADA APA DALAM PERMENDAGRI NO. 79 TAHUN 2018 ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
ADA APA DALAM PERMENDAGRI NO. 79 TAHUN 2018 ? NO. PERMENDAGRI 79 TAHUN 2018 & 61 TAHUN 2017 PASAL ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar